Hai sahabatku...
Jumpa lagi di postingan baru nih...
hmmmm...
kali ini sharing ilmu baru ya....
soal hobi baru kita para perempuan. Kebanyakan sih pada bilang gitu... hehe
langsung aja simak ya.... ;)
"Mustahil hidup di jaman modern kok terlepas dari gambar, semua
membutuhkan," jika gambar tidak disembah maka tidak mengapa, "Gambar
yang dilarang adalah patung," "Gambar yang dilarang adalah gambar yang
mempunyai bayangan saja."
Itulah sebagian komentar masyarakat
berkaitan dengan gambar. Mudah-mudahan sisa hidup kita di berkahi oleh
Allah dan terlepas dari segala perkara yang haram walaupun dianggap
lumrah oleh kebanyakan manusia. *)
DALIL-DALIL LARANGAN MENGGAMBAR
- Rasulullah
bersabda:"Manusia yang paling keras azabnya pada hari kianat adalah
para tukang gambar." (HR.Bukhari:5494 dan Muslim:3944)
- "Sesungguhnya
orang-orang yang membuat gambar2 ini akan di azab pada hari kiamat,
dikatakan pada mereka.'Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan."
(HR.Bukhari:5495)
- "Barang siapa menggambar suatu gambar, dia akan
diazab dan dibebani untuk meniupkan roh ke dlam (gambar itu) sedangkan
dia tidak mampu." (HR.Bukhari:6520)
- "Para malaikat tidak akan masuk rumah yang ada anjing dan gambar-gambar." (HR.Bukhari:5493)
- Ibnu Abbas Radiallahu'anhuma berkata, Rasulullah bersabda:"Barangsiapa membuat suatau gambar, maka Allah akan mengazabnya sampai dia meniupkan roh pada gambar itu, padahal dia tidak mampu selama lamanya, lalu orang tersebut menjadi sangan goncang, dan wajahnya pucat." lalu Nabi bersabda:"Celakalah engkau, jika engkau enggan untuk (meninggalkn) perbuatanmu, mka gambarlah pohon atau apa pun yang lain yang tidak ada rohnya." (HR.Muslim:2073)
PERBEDAAN ANTARA "MENGGAMBAR" DAN "MENGGUNAKAN/MEMANFAATKAN GAMBAR"
Dalam
hadits-hadits yang shohih diterangkan bahwa menggambar makhluk bernyawa
hukumnya haram secara total. Adapun menggunakanya jika dengan cara
menghinakannya, maka di bolehkan.
Imam Nawawi mengatalan:Adapun
menggunakan gambar hewan jika ditempel di dinding atau di baju yang
dikenakan, sorban, atau semisalnya bukan menjadi gambar tersebut untuk
dihinakan, maka hukumnya tetap haram. Akan tetapi. jika digunakan untuk
alas kaki yang diinjak, untuk bantal, atau dihinakan dengan cara yang
lain maka hukumnya tidak haram.
Ibnu Abidin berkata:adapun yang
membolehkan menggambar mahluk bernyawa dengan dalil Nbi, para
sahabatnya, dantabi'in pernah menggunakan gambar tersebut untuk bantal,
maka jawabanya, sesungguhnya menggunakan/memanfaatkan gambar bernyawa
bukan berarti membolehkan menggambar yang bernyawa. Hal ini
lantaranadanya nash/dalil-dalil yg mengharamkan menggambar makhluk
bernyawa, dan terlaknatnya mereka, maka (menggambar) berbeda dengan
memanfaatkan gambar, apalagi ada keterangan bahwa menggambar yg bernyawa
adalah menandingi ciptaan Allah dan ini tidak terdapat pada masalah
'memanfaatkan' gambar tersebut (jika untuk dihinakan).
Rasulullah
bersabda:"Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah
orang2 yg menandingi ciptaan Allah." (HR.Bukhari:5954)
HUKUM MENGGAMBAR
setelah
kita cermati dalil-dalil diatas secara zhohir menunjukkan keharaman
menggambar makhluk bernyawa. Itulah pendapat mayoritas para
Ulama.:Mahzab Hanafi, mahzab Syafi'i dan mahzab Hanbali.
Menggambar makhluk bernyawa yang tidak dihinakan.
Maksudnya
adalah menggambar makhluk bernyawa di atas kain, kertas, dinding,papan
dan semisalnya, yg mana gambar tersebut tidak dihinakan seperti
diduduki, diinjak, atau dipakai sandaran dan semisalnya. ada perbedaan
pendapat dlm masalah ini. yang paling kuat adalah:Mayoritas para Ulama
(mahzab Hnafi, mahzab Syafi'i dan mahzab Hanbali dan kebanyakan ulama
terdahulu/ulama salaf) mengharamkanya.
Dalil mereka
Dalil
keharaman menggambar makhluk bernyawa yang tidak dihinakan adalah
hadits2 yg disebutkan diatas yg secara zhohir menunjukkan haram.
Imam
Nawawi berkata:Mahzab kami dan mahzab lain mengatakan bahwa menggambar
hewan adalah perbuatan haram yg sangat besar, termasuk dosa besar
lantaran diancam dengan ancaman yang sangat keras dalam hadits, sama
saja dihinakan atau tidak dihinakan, semuanya hukumnya haram, karena hal
termasuk menandingi ciptaan Sang Pencipta, sama hukumnya dibaju, tikar,
uang dinar, dirham atau uang kertas, bejana dinding atau selainnya.
Adapun menggambar pohon, perlengkapn unta/kendaraan, dan gambar lain
yang bukan gambar hewan, maka hukumnya tidak haram;inilah hukum gambar.
(Syarh Shohih Muslim 14-69-70).
Gambar cetak (foto hasil kamera)
Gambar-gambar
yang dihasilkan dari alat-alat modern tidak pernah ada pada zaman
dahulu dan mulai dikenal oleh seorang warga negara Inggris pada tahun
1839 M. Para ulama masa kini berbeda pendapat dalam hal ini.
Yang paling kuat adalah pendapat:
Syaikh
Muhammad bin Ibrohim, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Sholih al-Fauzan, Syaikh
al-Albani, segenap anggota Lajnah Da'imah, serta yang lainnya
berpendapat haram kecuali jika ada kebutuhan yg mendesak.
(Syaikh
Ibnu Baz mengatakan:Mengambil gambar yg memiliki roh (bernyawa) dengan
kamera hukumnya haram, kecuali jika sangat dibutuhkan atau kondisi
darurat seperti untuk kepentingan identitas, memfoto pelaku kriminal,
atau membuat SIM. ini semua jika sangat dibutuhkan dan tidak bisa
diapatkan kartu identitas atau SIM kecuali harus foto maka foto tersebut
menjadi boleh karena kondisi darurat). (Fatwa Nur 'ala ad-Darb 2/205)
Alasan
mereka, karena hasil cetakan kamera/foto dan alat modern tidak bisa
lepas dari sebutan gambar, hanya cara mendapatkan berbeda, yang
dihukumi adalah hasilnya bukan caranya, sedangkan gambar makhluk
bernyawa adalah haram.
- Foto yg dihasilkan oleh kamera juga sama dengan gambar dari hasil tangan. Hal ini lantaran hikmah menggambar dengan tangan sama dengan larangan foto, yaitu menandingi dan menyerupai ciptaan Allah, bahkan foto lebih mirip dengan aslinya dari pada gambar hasil lukisan tangan, bahkan sebab foto itu lebih mirip dengan aslinya, maka bahaya dan fitnahnya lebih besar dari gambar lukisan tangan.
- Foto tidak lain adalah perkembangan dari gambar lukisan tangan sebagai mana perkembangannya segala sesuatu menurut perkembangan zaman, dan kita mengetahui bahwa perbedaan cara tidak membedakan hukumnya jika keduanya sama hasilnya (yaitu gambar). Oleh karena itu dahulu mobil di buat dengan tangan manusia, tetapi sekarang semuanya dengan mesin.
- Adapun perkataan bahwa foto kamera tidak lain adalah sama dengan cermin dan tidak ada yang mengatakan gambar cermin hukumnya haram, maka jawabannya adalah berbeda antara foto dengan cermin karena gambar dicermin tidak diam/tetap, sedangkan gambar foto adalah gambar yang diam/tetap---- seperti lukisan. (Perkataan semisal oleh Syaikh Muhammad bin Ibrohim dalam Mjmu' fatawa Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrohim 1/187)
Catatan penting:
Para
ulama yang membolehkan foto mensyaratkan beberapa hal diantaranya;tidak
boileh berupa foto yang di haramkan sepertui foto kaum wanita, foto
porno, foto yang mengandung syi'ar orang kafir atau kesyirikan, foto
yang mempermainkan agama Islam, foto berupa pengagungan/pengkultusan
para tokoh, dan semisalnya. (Lihat Shina'atush Shuroh bin Yad Ma'a Byani
Ahkamit Tashwir al-Fotografiy hlm.52)
Semoga Allah selalu memberikan Taufiq-Nya buat kita semua dan buat mereka yang sedang mencari kebenaran aamiin.
Untuk lebih lengkap silahkan lihat majalah AL FURQON (Menebar dakwah salafiyyah, Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
Edisi:05
Th.ke-10
1431/2010
atau di majalahalfurqon.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar